Pembobolan Kartu Kredit Bank RBS

Kompas, 7 April 2010

Sekitar dua bulan lalu, saya ditelepon bagian otorisasi Bank RBS: transaksi saya sebesar Rp 20 juta ditolak karena melebihi limit. Saat itu saya tidak melakukan transaksi apa pun. Seharusnya kartu saya tidak melewati limit karena limit cukup besar.

Petugas otorisasi mengatakan bahwa satu jam yang lalu saya sudah transaksi Rp 41 juta. Saya baru sadar: kartu kredit saya sudah dibobol orang sebanyak Rp 41 juta. Petugas otorisasi minta saya melaporkan hal ini kepada layanan nasabah.

Dari layanan nasabah RBS, saya ketahui latar belakang pembobolan. Tanggal 9 Januari 2010, pelaku menelepon layanan nasabah dan mengaku sebagai saya. Pelaku lolos verifikasi data karena ia tahu semua detail data kartu kredit dan data pribadi saya. Dia minta alamat tagihan diubah ke alamatnya di Bekasi. Nomor telepon juga diubah. Tanggal 11 Januari 2010 pelaku menelepon lagi kepada layanan nasabah melaporkan bahwa kartu kreditnya hilang, minta diblokir, dan minta dibuatkan kartu kredit baru.

Tiga hari kemudian kartu baru selesai dibuat dan dikirim oleh bank ke alamat yang diminta pelaku. Tanggal 15 Januari 2010, kartu baru diterima oleh pelaku dan ia langsung mengaktifkan kartu lewat telepon ke layanan nasabah. Hari itu juga kartu langsung digunakan untuk menarik Rp 41 juta.

Satu jam kemudian, ia hendak menarik lagi Rp 20 juta. Transaksi kedua ini ditolak karena kelebihan limit. Untunglah pada bagian otorisasi RBS masih tertera nomor telepon saya yang benar, bukan nomor telepon yang diganti oleh pelaku sehingga saya langsung mengetahui: yang telah terjadi adalah pembobolan. Sepertinya pelaku mengetahui kelemahan cara kerja RBS. Hebatnya, ia tahu persis semua detail data kartu kredit dan data pribadi saya.

Mohon agar RBS dapat menyelesaikan masalah ini karena ini kesalahan dan kelemahan sistem pengamanan RBS.

Winardi Taniwangsa Jalan Gunung Nangka, Lippo Karawaci, Tangerang