TIPS MEMILIH PENYEDIA JASA MEDIASI

Berikut ini ada beberapa tips untuk memilih penyedia jasa mediasi. Untuk lebih lanjutnya silakan kunjungi link  ini:


http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2013/06/06/tips-memilih-penyedia-jasa-mediasi-membantu-nasabah-menyelesaikan-masalahnya-26-566155.html



Catatan:
Bagi yang ingin mencari Penyedia Jasa Mediasi sesuai kriteria yang disebutkan artikel, Lembaga Bantuan Mediasi Nasabah merupakan salah satunya bahkan mungkin satu-satunya.
Untuk lebih jelasnya hubungi:
SMS/Whatsapp : 081282082693
PIN : 28A6F4A8
Email : lembagabantuanmediasi@gmail.com
http://lbmnb.blogspot.com

Dirugikan Kartu Kredit CIMB Niaga

Sumber : Kompas, Jumat, 2 Januari 2009


Saya adalah pemilik kartu kredit CIMB Niaga dengan masa keanggotaan baru dua
bulan. Saya sangat kecewa dengan pelayanan kartu kredit CIMB Niaga dan sistem
mereka yang sangat aneh.

Pada 14 Oktober 2008 saya melakukan transaksi dengan jumlah Rp 2.871.794 di
sebuah toko di Jakarta. Pada tanggal 10 November 2008 saya menerima tagihan
pertama saya dengan jumlah Rp 5.798.460, minimum pembayaran Rp 3.378.306.
Ternyata setelah saya lihat, transaksi tersebut tertagih dua kali. Kepada saya
juga dibebankan denda over limit dengan jumlah Rp 54.872 dan tagihan tersebut
jatuh tempo pada 11 Oktober 2008 (hanya satu hari setelah saya menerima lembar
penagihan). Anehnya lagi, limit kartu kredit saya hanya Rp 3 juta. Bagaimana
mungkin limit kartu hanya 3 juta, sampai ada transaksi sampai Rp 5,7 juta?

Setelah saya coba konfirmasi ke pusat pemanggilan CIMB Niaga, dilayani oleh
saudara Hesti. Ia menjelaskan bahwa ada kesalahan merchant (toko) dalam
memproses transaksi saya sehingga terdebet di kartu kredit saya dua kali dan
koreksinya bisa dilihat di lembar penagihan bulan depan. Anehnya, saya harus
membayar total tagihan semuanya, nanti akan ada saldo kredit atau kelebihannya
bisa di-refund ke rekening tabungan. Saya hanya transaksi Rp 2,8 juta, tapi
harus membayar Rp 5,7 juta. Saya minta berbicara dengan atasannya, dikatakan
atasannya sedang briefing.

Lalu, untuk kedua kalinya saya coba menghubungi kembali ke pusat pemanggilan
Niaga, dilayani oleh Saudari Lia. Setelah menyampaikan permasalahan saya dan
sempat berdebat panjang, ia menginformasikan saya boleh membayar hanya
transaksi saya yang satu kali dan denda over limit akan dihapus di lembar
penagihan bulan depan. Dengan asumsi permasalahan saya sudah selesai dan
tagihan saya kembali normal, saya melakukan pembayaran Rp 500.000 (di atas 10
persen) pada 11 Oktober 2008 melalui teller Bank Niaga.

Betapa terkejutnya saya begitu menerima lembar penagihan bulan November, saya
dikenai denda keterlambatan Rp 172.698 denda over limit Rp 30.000 dan bunga
yang sangat tidak rasional, Rp 271.802. Penghapusan denda over limit yang
dijanjikan tidak ada dan saya malah dikenai biaya lain.

Saya sangat menyesal memiliki kartu kredit CIMB Niaga, semoga pengalaman buruk
saya tidak terjadi kepada orang lain.

Mieki Muliawan Jalan Cipinang Elok Pertama Nomor 48 Jakarta Timur

HSBC dan Teror Penagihnya

Kompas, 13 Agustus 2009

HSBC dan Teror Penagihnya

Pada Juli 2008 saya menerima SMS berisi imbauan membayar tagihan kartu kredit HSBC yang sudah jatuh tempo. Merasa tak punya kartu kredit HSBC, saya abaikan SMS itu. Seminggu kemudian, muncul lagi SMS yang sama. Tetap saya abaikan.

Kemudian, saya membuka kiriman rangkuman transaksi PowerVantage HSBC atas nama saya. Terlihat ada transaksi, borrowings, Visa Gold (4472 1111 0293 xxxx) pada Agustus 2008 sebesar Rp 42.863.651. PowerVantage itu adalah rangkuman semua transaksi setiap bulan atas nama saya dan bukan merupakan tagihan kartu kredit.

Saya tidak pernah menerima tagihan kartu kredit tersebut. Secepatnya saya hubungi layanan nasabah HSBC lewat telepon 021-5246222. Ada kejanggalan pada saat konfirmasi data pribadi saya. Alamat kantor saya lain. Ada pula nomor ponsel tambahan.

Sesuai permintaan HSBC, saya membuat surat pernyataan bahwa saya tidak pernah memasukkan aplikasi, menerima, apalagi menggunakan kartu kredit tersebut. Turut saya lampirkan fotokopi KTP, SIM, dan rangkuman transaksi PowerVantage.

Rupanya surat pernyataan itu tidak berarti apa-apa karena sejak saat itu, setiap bulan pasti ada yang menelepon saya dengan nada kasar dan meneror. Kantor dan rumah saya didatangi tukang tagih, yang jelas tidak bisa diajak bicara tentang kekeliruan ini.

Merasa bosan dikejar-kejar seperti maling, pada 28 Juli 2009 saya mendatangi Kantor Pusat HSBC di Gedung WTC, Jalan Sudirman, Jakarta.

Di sana saya minta agar pihak HSBC memeriksa dengan saksama asal mula terbitnya kartu kredit tersebut dan menarik semua data terkait dari bagian collection.

Sekarang saya sangat kecewa kepada HSBC. Kedatangan saya tidak mengubah apa-apa. Teror telepon terus-menerus berdering. Hanya suka berjanji cooy!
James Tika Jalan KS Tubun II B, Palmerah, Jakarta

Tagihan Danamon Setahun Kemudian

Kompas, 7 Agustus 2009

Tagihan Danamon Setahun Kemudian

Saya pemegang kartu kredit Danamon (5522 3921 2502 00xx). Pada lembar penagihan 5 Juli 2009 tercantum penarikan tunai Rp 3 juta, bunga penarikan tunai Rp 909.055, total Rp 3.909.055 (tanggal transaksi 29 September 2008). Padahal, saya tidak pernah menarik tunai.

Lagi pula tanggal 29 September 2008 sudah hampir setahun berlalu. Mengapa baru sekarang ditagih? Saya sudah menelepon layanan nasabah Pusat Kartu Danamon (21/7) yang diterima Saudara Dimas. Ia mengaku itu kesalahan dan akan dikoreksi.

Kembalinya biaya tarik tunai Rp 150.000 ke rekening kartu saya pada lembar tagihan 5 Juli 2009, yang sebelumnya ditagih 2 Juni 2009, membuktikan kesalahan itu. Namun, hingga kini janji penghapusan tagihan Rp 3.909.055 dalam waktu 15 hari belum juga dilakukan. Freddy Kambey Jalan Toar Nomor 9, Manado

Biaya Ganti Kartu UOB

Kompas, 29 November 2008

Biaya Ganti Kartu UOB

Berawal dari selalu terlambatnya datang lembar tagihan dan kerusakan chip pada kartu kredit UOB Buana. Jelas ini bukan kelalaian saya.

Sekitar empat bulan lalu saya berencana menutup kartu, tetapi oleh bagian penutupan dijanjikan bahwa saya akan diberi kartu pengganti tanpa dikenai biaya jika tidak menutup kartu. Akhirnya kartu tidak saya tutup.

Namun, di dalam lembar tagihan Oktober 2008 tertera card replacement fee sebesar Rp 45.000. Saya mengadukan ihwal ini kepada layanan nasabah. Dijelaskan bahwa prosedur pembebasan biaya ganti kartu itu masih dalam proses dan proses itu bisa disetujui atau tidak.

Saya kecewa bukan dari jumlah biaya ganti kartu, tetapi lebih karena merasa diperdaya. Akhirnya semua tagihan saya bayar lunas, termasuk biaya ganti kartu itu. Kemudian saya berkali-kali menelepon bagian layanan nasabah dan sering gagal tersambungkan. Setelah tersambung, saya mendapat jawaban bahwa bagian penutupan sedang sibuk dan saya akan dihubungi kembali.

Pada 31 Oktober 2008 pukul 19.00 saya dihubungi Ibu Tya. Akhirnya saya berhasil menutup kartu dan Tya mengatakan bahwa biaya ganti kartu yang sudah saya bayar akan dikreditkan ke rekening tabungan. Namun, sampai saat ini janji Bank UOB hanyalah janji yang tak pernah terwujud.

ADITYA RANADIREKSA Jalan Hang Lekiu 2A, Kebayoran Baru, Jakarta

Waspadai Mediasi Kartu Kredit Lewat Pengacara




Sebagai pemegang kartu kredit, saya belum pernah menunggak pembayaran. Namun, masalah keuangan yang memburuk dan kesibukan untuk memulai usaha baru telah memaksa saya untuk menggunakan jasa perantara untuk mediasi/negosiasi ke bank.

Tertarik dengan iklan baris di media cetak yang ada setiap hari, saya menghubungi agen (Saudara Nellx dan Saudara Ruslx Yanx) yang berkantor di kompleks Duta Merlin, Jakarta. Setelah beberapa kali pertemuan dan melihat beberapa dokumen kesuksesan agen mendapatkan diskon minimum 50 persen untuk para klien, saya memutuskan untuk memakai jasanya berdasarkan dokumen perjanjian yang ditandatangani oleh Jox Hasyix Waimahinx and Associates, kantor Advokat/Pengacara dan Konsultan Hukum awal Juni 2008.

Tarif untuk jasa ini harus dibayar di muka dan telah dilunasi. Sampai September 2008 harapan untuk mendapatkan jasa mediasi yang profesional ternyata sia-sia. Kantor advokat/pengacara dan konsultan hukum tersebut tidak pernah menghubungi saya untuk memberitahu perkembangan negosiasi, malah permintaan saya untuk bertemu sering ditolak tanpa alasan yang jelas. Terdapat indikasi bahwa lawyer telah mengetahui bahwa bank selalu menolak peran dia sebagai mediator. Hal ini terbukti dari tiga kali surat undangan (dengan interval satu minggu) dari lawyer ke masing-masing bank.

Indikasi ini semakin kuat karena tagihan utang maupun tukang tagih dari pihak bank tetap datang ke alamat saya meskipun lawyer mengaku telah mengirim surat kuasa ke bank untuk perubahan alamat. Karena tagihan utang terus membengkak dan pihak lawyer tidak pernah mau memberikan bukti tertulis tentang kemajuan negosiasi, saya akhirnya mengurus sendiri ke masing-masing bank pada Oktober 2008 dan telah selesai.

Pihak bank juga memberitahu bahwa semua surat dari lawyer selalu dikembalikan/ditolak. Pihak lawyer menolak mengembalikan biaya yang telah dibayarkan meskipun jelas-jelas telah menipu saya.

Xoenanto Jalan Dr Muewardi RT 002 RW 003, Grogol Petamburan, Jakarta

***

Contoh-contoh Kasus korban oknum2 Pengacara abal-abal silakan klik tautan di bawah ini:


Kartu Kredit UOB Buana

Kompas, Sabtu 29 November 2008

Kartu Kredit UOB Buana

Saya pemegang kartu kredit Visa UOB Buana (Nomor: 4219 2020 0009 04xx). Pada tanggal 12 November 2008 saya menerima lembar tagihan bulanan yang mencantumkan ada tagihan card membership fee yang baru untuk 1 tahun ke depan dan tidak ada tagihan pemakaian apa pun juga. Tanggal 13 November 2008 sekitar pukul 07.05 WIB saya menghubungi layanan nasabah UOB Buana melalui telepon (021 23559000 dilayani oleh Bapak Dery).

Petugas layanan nasabah itu memberitahu bahwa tidak dapat membatalkan penagihan card membership fee yang baru dan harus membayar dengan memakainya untuk satu tahun ke depan atau setelah pembayaran baru bisa ditutup. Saya merasa keberatan karena akses pembayaran yang sangat terbatas dan mengharuskan saya untuk ke cabang Bank UOB Buana setiap kali ada tagihan. Padahal, saya sangat jarang menggunakan kartu UOB Buana.

Untuk waktu jatuh tempo saya terima tagihan dan pembayaran rata-rata kurang dari lima hari kerja. Mohon perhatian manajemen UOB Bank agar dapat memerhatikan hak nasabah dan tidak hanya bisa memaksa untuk membayarkan iuran tahunan walaupun hendak ditutup dan belum dipakai sama sekali untuk satu tahun ke depan.

Hartono Karnadi Jalan Agung Permai 12, Sunter Agung, Jakarta